Mesteri Ribuan Ikan Mati di Permukaan Sungai Martapura

Mesteri Ribuan Ikan Mati – Fenomena tidak biasa terjadi di desa keramat baru, kecamatan martapura timur. Ikan yang biasa hidup di air tawar dan rawa itu nampak sudah membusuk mengapung di permukaan air sungai martapura, dan air sungai tersebut berubah warna menjadi coklat pekat dan berbau busuk yang sangat menyengat jika melewati kawasan sungai tersebut.

Mesteri Ribuan Ikan Mati

Mesteri Ribuan Ikan Mati

Kejadian ini pertama kali di temukan oleh seorang mahasiswa yang hendak berjiarah ke makam, saat ia melewati sugai tersebut ia melihat banyak ikan sudah mengambang dipermukaan seungai tersebut. Hal yang tidak biasa ini membuat mahasiswa tertarik untuk mengetahui kenapa ikan tersebut bisa mati, karena jika di pikir sungai itu tidak berhubungan dengan laut atau pun dekat dengan kegiatan perindusterian.

Saya berfikir ada beberapa faktor yang bisa membuktikan ikan-ikan tersebut bisa mati bersamaan, mungkin dikarenakan obat yang berada di pertanian masuk ke sungai karena cuaca yang tidak menentu beberapa hari ini, hujan yang mengalirin sungat membuat kandungan HP dalam air meningkat dan ikat-ikan air tawar tidak bisa beradaptasi dengan baik dan berujung dengan kematian.

Mengingat beberapa hari terakhir iklim yang tidak menentu, dan cuaca panas dan beberapa kali hujan, membuat perubahan suhu air di sungai tersebut berganti-ganti, dan mempengaruhi Viskositas yang menyebabkan beberapa zat organik menjadi meningkat dan kandungan oksigen dalam air juga tidak stabil.

Dan faktor lainya adalah bahan organik, sungai itu berada dalam persawahan, dan persawahan tersebut memakali bahan organik tanaman, kandungan organik ini lah yang membuat Ph air turun derasti dan ikan air tawar tidak bisa beradaptasi dengwn baik, ditambah sungai itu airnya tidak berjalan lancar yang seharusnya.

Dan kandungan BOD dalam air meningkat, maka secara tidak langsung kandungan oksigen akan menurun derastis, Tuturnya.

Akan tetapi sebagian warga meduka Ikan tersebut mati karenan keracunan potasium, Kasus ini juga sudah di tangani oleh Dinas Lingkungan Hiduo Kabupaten Banjar, dan Pencemaran kerusakan lingkungan. Sampai saaat ini berita masih belum dapat konfiremasi dari badan pencemaran lingkungan.