Search for:
Waterspout di Laut Natuna
Fenomena Alam Tornado Waterspout di Laut Natuna

Fenomena Alam Tornado Waterspout – Fenomena Alam yang terjadi di laut Natuna terlihat sangat jelas oleh sebagian warga pinggir pantai Natuna. Fenomenan ini di sebut sebagai Waterspout yang artinya angin berisi air.

Fenomena Alam Tornado Waterspout

Fenomena Alam Tornado Waterspout

Mesmi Tornado cukup besar, akan tetapi tornado waterspout ini tidak sampai ke pemukiman warga setempat, kejadian ini terjadi menjelang sore hari di Latuna Utara, laut Indonesia.

Kejadian yang bermula awan yang aneh yang menuju ke bawah dan terbentuklah akin tornado di atas permukaan air laut Latuna, di kepulauan Riau. dalam kejadian ini warga sempat panik dan berteriak akan ada badai yang mendekat ke permukian deket sana.

Beruntung ada seorang nelayan yang sedang asik bermain Slot Online Terbaru di pinggir pantai yang melihat kejadian tersebut, dan akhirnya ia memberitahukan semua warga disekitauntuk berhati-hati.

Sebelumnya kejadian langka ini tidak pernah terjadi di laut natuna, hal ini lah yang membuat warga panik, Jika dilihat secara langsung Waterspout ini begitu besr dan menghasilkan angin yang cukup besar dan kencang. Terlebih lagi gabungan angin dan air membuat tornado tersebut menjadi kuat jika mengenai barang yang di sekitanya, Unmgkap salah satu warga Natuna yang menyaksikan kejadian fenomena tersebut.

Sebelumnya angin angin tornado pernah menerjang Natuna pada awal tahun January lalu di saat hujan deras, Dalam kejadian lalu setidaknya ada 11 rumah yang terimbas oleh Angin puting beliung ini.

Jika Waterspout ini sampai ke daratan akan berakibat fata bagi rumah yang terkena tornado tersebut, Tornado ini sangat besar dan kekuatan angin tersebut begitu kencang dari wartawan berita nasional https://www.philanthropyuk.org/. Waterspout ini terjadi sampai beberapa jam dan berhenti dan menghilang secara misterius di tengah laut Natuna.

Dalam kejadian ini pihak penanggulangan Bencana Daerah (PBD) mengatakan tidak ada catatan kerusakan rumah atau bangunan warga yang terkena dampak dari Waterspout tersebut, dan tidak ada juga korban juga dalam Fenomena Waterspout.

“kejadian untung masih di tengah laut dan tidak merembet ke rumah warga sekita, Tornado hanya berjalan sedikit di tengah lau saja, seperti mengambil air laut lalu pergi begitu saja.” Ungkap Toni salah satu warga yang berdekatan dengan kejadian Waterspout di bibir pantai.

Fenomena Alam Matahari Tanpa Bayangan di Indonesia

Fenomena Matahari Tanpa Bayangan Masyakarat Indonesia sejak kemarin merasakan fenomena alam yang tidak bisa, Matahari yang berad di tengah hari ini bisa dilihat tanpa bayangan pada (6/9/2021).

Fenomena Matahari Tanpa Bayangan

Fenomena yang tidak biasa ini diumumkan oleh lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Ia memenjelaskan hari tanpa bayangan terjadi ketika posisi Matahari berada di atas Indonesia.

“ketika posisi matahari berada diatas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh barangyang bertegak berdiri atau manusia yang berdiri di tengah-tengah matahari tersebut, maka dari ini hari ini kita sebut hari tanpa bayangan.” kata dia.

Menurut Andy, Indonesia yang terbentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan garis khalistiwa membuat Matahari akan berada di atas Indonesia sebanyak 2 kali setahun.

Yang pertama sudah terjadi pada akhir Februari hingga awal April 2021. Sedangkan yang kedua akan terjadi antara 6 September Hingga 21 September2021.

Matahari tanpa bayangan memang terjadi 2 tahun sekali di Indonesia, Andy juga menjelaskan kota di Indonesia yang terletak antara 2 garis.

Keduanya adalah garis Balik Utara (tropic of Cancer 23,4 derajat Lintang Utara) dan garis balik selatan. Andy menjelaskan Kota Indonesia terletak tepat di 2 garis tersebut kan itu lah terjadi fenomenan alam yang luar biasa Matahari tanpa Bayangan di siang hari yang sudah kita ketahui saat ini.

Menurut pengamat peneliti mengatakan paling gampang bagi masyarakat untuk melihat matahari tanpa bayangan Matahari adalah dengan cara menggunakan tegak seperti tongkat, atau benda lain yang bisa di berdirikan.

lalu kalian amati benda tersebut dan selaraskan dengan jam yang telah di tentukan untuk melihat apakah bayangan matahari beber-benar ada atau tidak. Hal ini bisa dibuktikan sendiri dari siang hari sampai tanggal 21 september 2021.

Matahari yang tidak berada di zenit saat tengah hari sepanjang tahun. Posisi matahari agak condong ke selatan untuk belahan bumi utara manpun agak condong ke utara untuk belahan bumi yang menghadap keselatan.

Mesteri Ribuan Ikan Mati di Permukaan Sungai Martapura

Mesteri Ribuan Ikan Mati – Fenomena tidak biasa terjadi di desa keramat baru, kecamatan martapura timur. Ikan yang biasa hidup di air tawar dan rawa itu nampak sudah membusuk mengapung di permukaan air sungai martapura, dan air sungai tersebut berubah warna menjadi coklat pekat dan berbau busuk yang sangat menyengat jika melewati kawasan sungai tersebut.

Mesteri Ribuan Ikan Mati

Mesteri Ribuan Ikan Mati

Kejadian ini pertama kali di temukan oleh seorang mahasiswa yang hendak berjiarah ke makam, saat ia melewati sugai tersebut ia melihat banyak ikan sudah mengambang dipermukaan seungai tersebut. Hal yang tidak biasa ini membuat mahasiswa tertarik untuk mengetahui kenapa ikan tersebut bisa mati, karena jika di pikir sungai itu tidak berhubungan dengan laut atau pun dekat dengan kegiatan perindusterian.

Saya berfikir ada beberapa faktor yang bisa membuktikan ikan-ikan tersebut bisa mati bersamaan, mungkin dikarenakan obat yang berada di pertanian masuk ke sungai karena cuaca yang tidak menentu beberapa hari ini, hujan yang mengalirin sungat membuat kandungan HP dalam air meningkat dan ikat-ikan air tawar tidak bisa beradaptasi dengan baik dan berujung dengan kematian.

Mengingat beberapa hari terakhir iklim yang tidak menentu, dan cuaca panas dan beberapa kali hujan, membuat perubahan suhu air di sungai tersebut berganti-ganti, dan mempengaruhi Viskositas yang menyebabkan beberapa zat organik menjadi meningkat dan kandungan oksigen dalam air juga tidak stabil.

Dan faktor lainya adalah bahan organik, sungai itu berada dalam persawahan, dan persawahan tersebut memakali bahan organik tanaman, kandungan organik ini lah yang membuat Ph air turun derasti dan ikan air tawar tidak bisa beradaptasi dengwn baik, ditambah sungai itu airnya tidak berjalan lancar yang seharusnya.

Dan kandungan BOD dalam air meningkat, maka secara tidak langsung kandungan oksigen akan menurun derastis, Tuturnya.

Akan tetapi sebagian warga meduka Ikan tersebut mati karenan keracunan potasium, Kasus ini juga sudah di tangani oleh Dinas Lingkungan Hiduo Kabupaten Banjar, dan Pencemaran kerusakan lingkungan. Sampai saaat ini berita masih belum dapat konfiremasi dari badan pencemaran lingkungan.