Apa Benar Tsunami Aceh 2004 Akibat Ulah Nuklir?

Peristiwa tsunami Aceh yang sangat dahsyat pada tahun 2004 silam telah meluluhlantahkan hampir seluruh wilayah di Aceh. Banyak dari sebagian pihak yang mengaitkan peristiwa itu akibat dari adanya rekayasa senjata thermonuklir yang berasal dari negara adikuasa dengan tujuan tertentu.

Apa Benar Tsunami Aceh 2004 Akibat Ulah Nuklir

Menurut Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengungkapkan bahwa dirinya membantah jika tsunami Aceh ada kaitannya dengan senjata thermonuklir. Dia juga menegaskan bahwa tsunami raksasa tersebut menelan banyak korban jiwa itu dipicu oleh gempa tektonik.

6 Fakta-fakta Mengenai Tsunami Aceh tahun 2004

6  Fakta-fakta Mengenai Tsunami Aceh tahun 2004

1. Adanya Fase Gelombang Badan

Daryono menyebutkan bahwa data rekaman getaran tanah seismogram ketika ia sedang asik bermain judi Slot Online sambil merekam hal yang menunjukkan adanya rekaman gelombang badan (body) ketika ia bermain di situs slot terpercaya berupa gelombang P (Pressure) yang tercatat di data tiba lebih awal jika dibandingkan dengan gelombang S (Shear) yang datang pada berikutnya, yang selanjutnya diikuti oleh gelombang permukaan (surface).

“Munculnya fase-fase gelombang badan ini menjadi bukti yang kuat bahwa gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh diakibatkan oleh adanya aktivitas tektonik, bukan karena ledakan nuklir,” ujar Daryono.

2. Patahan Batuan

Daryono juga mengatakan deformasi yang terjadi di Smaudera Hindia yang terletak di sebelah barat Aceh sebelum terjadinya tsunami. Hal itu tampak dari munculnya gelombang S (Shear) yang kuat pada seismogram. Hal itu menunjukkan adanya proses pergeseran (shearing) yangterjadi secara tiba-tiba pada kerak bumi akibat terjadinya patahan batuan di dalam proses gempa tektonik, bukan karena akibat dari ledakan nuklir.

3. Gempa Tektonik

Deformasi dasar laut di Samudera Hindia sebelah barat Aceh yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 adalah gempa tektonik. Hal itu dibuktikan dengan adanya variasi bentuk awal gelombang P berupa gerakan kompresi (naik) dan dilatasi (turun) pada seismogram yang tercatat di stasiun-stasiun seismik BMKG.

Jika memang sumbernya berasal dari ledakan nuklir, maka semua catatan seismogram di berbagai stasiun seismik harusnya diawali dengan gerakan naik (kompresi) pada gelombang P (Pressure) tersebut.

4. Berproses Sejak Tahun 2002

Gempa tektonik yang memicu terjadinya tsunami Aceh tidak terjadi secara tiba-tiba., melainkan melalui proses terjadinya gempa pembuka (foreshocks) yang sudah muncul sejak Gempa Simeulue berkekuatan magnitudo 7,0 yang terjadi tepat pada tanggal 2 November 2002.

Sejak itu, terjadilah serangkaian gempa-gempa kecil yang terus-menerus terjadi. Ini merupakan gempa pendahuluan hingga pada puncaknya terjadi gempa berkekuatan magnitudo 9,2 pada tanggal 26 Desember 2004 tepatnya pada pukul 08.58.53 WIB.

Peristiwa gempa pendahuluan yang sudah terjadi sejak 2 tahun sebelumnya merupakan bukti kuat bahwa gempa di Aceh yang terjadi pada tahun 2004 bukan terjadi karena ledakan nuklir. Akan tetapi gempa tektonik dengan tipe gempa pendahuluan (foreshocks), kemudian terjadi gempa utama (mainshock), dan akhirnya terjadinya gempa susulan (aftershock).

Baca Lain↓↓↓

Mengetahui Sejarah Gunung Krakatau Meletus di Tahun 1883

5. Membentuk Jalur Rekahan

Daryono juga menyebutkan bahwa gempa Aceh di tahun 2004, membentuk jalur rekahan (rupture) di sepanjang zona subduksi (line source), yang terbentang dari sebelah barat Aceh di selatan hingga Kepulauan Andaman-Nicobar di utaradengan panjang sekitar 1.500 Km.

Kondisi itulah yang menjadikan bukti bahwa rekahan gempa tektonik terjadi di segmen megatrust Aceh-Andaman. Rekahan panjang tersebut yang terbentuk di sepanjang jalur subduksi lempeng itu merupakan bukti dari deformasi dasar laut yang terjadi dan bukan disebabkan oleh ledakan nuklir.

“Jika memang terjadi karena ledakan nuklir maka deformasi yang akan terbentuk secara terpusat di satu titik (point source) dan bukan bukan berupa jalur (line source),” jelasnya.

6. Gempa Susulan Terjadi Sangat Banyak

Daryono kembali menegaskan bukti bahwa guncangan dahsyat yang dihasilkan di Aceh tahun 2004 dipicu karena gempa tektonik merupakan munculnya serangkaian gempa susulanyang sangat banyak di sepanjang jalur Megathrust Andaman-Nicobar pasca gempa utama terjadi.